Balik lagi

Balik lagi ke rwidiani.blogspot.com

There’s no place like you…

Brussels!
My first foreign experience, my first love!

Entah kenapa, kota yang satu ini selalu bikin kangen.  Dua tahun tinggal di situ, rasanya semua begitu familiar.
Apalagi dengan kembalinya kontak lama dengan B, pembimbing mahasiswa asing yang dulu bantu-bantu ketika pertama datang ke kota ini.  Orangnya ramah dan kocak dan yang membantuku melupakan perasaan gak enak, kekecewaan akan masa lalu.

Pertemanan kami yang kali ini pake bahasa Belanda, semoga bisa langgeng selamanya.  Aku liat dia sebagai abang, harus kuakui, aku yang dulunya banyak punya teman cowok, suka kangen dengan pertemanan dengan beda jenis kelamin ini.  Nothing’s wrong with my girlfriends, but it’s always interesting to hear what other sex thinks on how we think.  Other thing is, guys are for real, no drama, no gossip, but sometimes you have to be able to accept if they think you’re too much :) )

Café Greenwich, BrusselHari Sabtu kemaren kita berdua ke Brussels, dalam rangka ngerayain ultahku.  Pingin ke sana tanpa boneka, yang sehari dititipin ke iparku.  Makan siang dengan B di Le Trappiste, tempat makan favorit kita.  Habis itu jalan-jalan nonton pertandingan sepeda mainan dan ke cafe Greenwich yang bikin terbengong-bengong karena indahnya.  Kata B, “You will always discover something new in Brussels.” I can’t agree more with that!

 

Seminggu Kemudian

Gak kerasa udah seminggu aku gak kerja.  Minggu ini gak kerasa gimana-gimana karena Gegen libur seminggu dan kita ada kegiatan di luar rumah.  Seperti kemaren, dalam rangka sebelum ulang tahun, kita ke Brussels, Adinda dititip sehari di Christine.  Ngundang B yang memang tinggal di Brussels untuk makan siang dengan kita.  Makannya di Le Trappiste, tempat nostalgia dulu, tempat hubungan kita berawal.  Seneng kemaren ngobrol bertiga, nengok kota favoritku.

“Perpisahan” di tempat kerja udah dimulai dari hari Kamis, “pamit” dengan kolega, eh dapat beberapa buah tangan juga. Sempat terharu juga dapat perlakuan seperti ini.  Ada yang ngasih bunga, coklat, kartu pribadi dan tentunya kadobon dari perpus.  T, teman kerjaku tiap Jumat malam bilang dia bakal kehilangan percakapan kita tentang musik, komputer dan lain-lainnya.  Hari Sabtu hari terakhir kerja, bos M datang bawa bunga dan kadobon.  Kita banyak ngobrol soal anaknya yang lagi hamil, tentang rencana direktur baru dan tentang pengganti.  Aku cuma punya dua kali kesempatan untuk melatih penggantiku karena waktunya mendadak sekali.  Bukan salahku kalau sampai begini, tapi aku merasa bertanggung jawab juga.   Agak menguatirkan juga melihat kemampuan komputernya. Memang mediaverwerking itu cuma masuk-masukin buku di koleksi, tapi kalo gak familiar sama katalog ya repot juga.
Masalah ini kuceritakan ke bos M dan dia nyuruh aku bilang ke bos V, supaya jelas.  Semoga gak papa deh, eh tapi kalo apa-apa pun dan jadinya kacau kan malah bikin aku bisa dipanggil kerja lagi=))

Bos-bosku bilang masalah kontrakku (dan 2 kolega uitzendkracht lainnya) adalah murni keputusan direktur, murni karena masalah dana.  Peraturannya aku harus berhenti 3 bulan, setelah itu sebenarnya mereka bisa manggil aku lagi.  Aku gak mau punya harapan apa-apa, sakit kalo nanti gak dapat.

Rasa kecewa yang lalu berkurang banyak melihat dukungan dari kolega, juga rasa pasrah.  Akhirnya semua kan di tangan Tuhan juga.  Mau ngotot begini-begitu, kalo Yang Di Atas gak mengijinkan, mau apa.
Toh tinggal dua bulan lagi mau pulang, mau jalan-jalan pula.  Terus sebenarnya banyak juga yang mesti dikerjain di rumah kayak bersihin jendela luar, rapiin baju-baju dan boneka Adinda.

Just keep busy…

Hari yang Aneh

Hari ini hari yang aneh banget.
Siang dipanggil bos M, ditanya apa aku mau diadain pesta perpisahan.
Ha? Perpisahan?
Ternyata harapan kecilku yang akan dipanggil lagi setelah “dipaksa” berhenti kerja selama 3 bulan karena peraturan biro kerja, cuma tinggal sebatas harapan.  Yang kurasakan bukan hanya kecewa, tapi juga amarah.
Marah karena merasa “dibuang” begitu saja, setelah sekian lama kerja di situ.
Marah karena jadi korban ekonomi, seakan bukan manusia, tapi angka atau boneka yang ditendang karena gampang untuk ditendang.

Aku bilang belum tahu apa mau dipestakan.
Tapi sekarang aku tahu apa jawabanku.  Ngapain datang ke rapat yang aku gak ada kerjaannya setelah itu? Ngapain memestakan sesuatu yang tidak layak untuk dipestakan? Masak kehilangan kerja dipestakan? Kehilangan kerja karena keputusan satu pihak terus dipestakan?
Kalau bisa, uang pestanya dikasihkan saja.

Aku tahu cepat atau lambat ini akan jadi jelas.  Sekarang yang perlu dipikirkan adalah gimana langkah ke depannya.
Walaupun masih susah karena sakit hati yang gak karuan.  Aku mencoba mikir positif walaupun susah banget.
Masih untung sekarang Gegen kerja, masih untung kita sehat-sehat saja.  Gak ada yang sakit parah.
Masih untung bisa membandingkan ketika dulu Gegen nganggur, betapa gak enaknya perasaan hati dan suasana rumah.
Masih untung…

Tapi memang lebih gampang untuk berpikir negatif.
Kenapa saat di bulan jatuhnya hari jadiku, aku malah gak punya kerja?
Sejak kapan kerja jadi sebuah kemewahan?

Sekarang yang kutakutkan gimana caraku menghadapi minggu-minggu terakhir di tempat kerja.  Gimana caranya menahan diri kalau ada kolega yang mengeluhkan kerja dan aku tidak bisa menahan diri untuk tidak meledak?

Tuhan, apa rencana-Mu untukku?

Kemudian hari ini setelah enam tahun menemaniku, mobil pertamaku, Si Merah harus diganti karena gak bisa berfungsi lagi.  Rasanya gak rela, tapi mau apa lagi…

Kutahu suatu hari nanti aku harus melepaskanmu
Di saat kau tak lagi bisa menemaniku
Di saat tubuhmu yang tua tak bisa lagi berfungsi seperti dulu

Kau bagai teman setiaku
Membawaku ke satu titik ke titik lainnya
Kau yang pertama, yang takkan kulupa

Semua pengalaman pertamaku kujalani denganmu
Perjalanan jauh, benturan bahkan goresan-goresan di tubuhmu jadi saksinya
Aku pernah menangis bersamamu, tertawa dan bernyanyi bersamamu
Dan kau hanya diam mendengarkanku,  setia tanpa keluhan

Walaupun kau hanya buatan manusia beroda empat
Tubuhmu penuh goresan dan karat
Tapi kau tetap cantik di mataku

Kurelakan melepaskanmu, walaupun perih di hatiku
Terima kasih untuk enam tahun ini, Merah
Terima kasih untuk kesetiaanmu, tak pernah kau kecewakan aku
Kini saatnya kau istirahat, waktumu telah habis

Aku bangga pernah jadi pemilikmu, yang terakhir kalinya

http://rwidiani.wordpress.com/2006/06/07/serba-pertama/

 

Yang baru berlalu

Tahun 2011 akan kukenang sebagai tahun yang penuh naik turun, seperti roller coaster.  Ada saat kekecewaan, ketidakpastian menghantui, tapi juga saat optimis dan kepercayaan diri yang muncul.

Harapanku tahun 2012 akan lebih cerah daripada 2011.  Kita akan memulai fase baru sebagai orang tua, ketika Adinda masuk sekolah.  Tahun depan juga diberi kesempatan untuk pulang lagi, kali ini karena ada acara bahagia, dimulainya hidup baru untuk adik semata wayangku.

Di kerjaan, sejauh ini kita belum pasti juga, belum punya kerja tetap, tapi kontrak sampai setengah tahun pertama.  Harus disyukuri tentunya.  Apa yang akan terjadi setelah itu, biar Tuhan yang menentukan.
Kita percaya, gak ada gunanya berkuatir, memikirkan yang belum terjadi.  Semua ada di tangan-Nya, kita percayakan hidup kami di tangan-Nya.

Resolusiku untuk tahun yang baru,:
- Baca buku lebih banyak
Untuk 2011 aku masang tantangan 40 buku dan ini tercapai.  Pinginnya baca buku yang masih tergeletak di rumah.  Sayang disia-sia

- Nurunin berat
Jadi ngikut orang sini, kalo di awal tahun pada pingin nurunin bb=)) Tapi bener,  kemaren sempet ngerasain sebentar berat kepala 5 dan rasanya bahagia sekali.  Pingin tau caranya gimana pencernaan lebih lancar, lebih banyak makan sayur dan buah

Alternatif untuk olah raga

Aku selalu ingin kembali ke berat badan jaman masih gadis dulu, sekitar 50 kilo, beda sepuluh angka dari beratku sekarang. Agak-agak mustahil sepertinya, apalagi didukung dengan usia dan metabolisme yang gak sebagus dulu.

Dulu jaman kuliah, selalu aktif dengan kegiatan di kampus. Ke kampus jalan kaki, terus kegiatan klub selam tiap minggu. Gimana bisa gak langsing?

Ketika jaman perkuliahan selesai dan lagi nulis skripsi, mulai beratku perlahan-lahan naik.
Jaman kuliah di Brussels apalagi, dimana makan siangnya terdiri dari kentang goreng dan segepok daging. Jaman pacaran apalagi, semua kelihatan indah, makan di restoran serasa pesta dengan si dia ;) ).

Ketika hamil, selera makanku menurun, makanan Cina favorit jadi makanan yang gak bisa kucium dari jauh. Rasanya perut ini langsung berputar ketika mendeteksi baunya. Beratku ketika hamil sama dengan ketika belum hamil, bahkan di trimester pertama, sempat turun. Kok kayaknya bayiku “makan” lemak di tubuhku *_*.

Sayangnya *hus, untungnya ding* bayinya mesti keluar, jadi gak ada lagi yang bisa makan lemak. “Untungnya” lagi, beratku paling gak naik cuma 1 kilo dari berat sebelum hamil. Sebenarnya BMI-ku masih normal, tapi dalam batasan normal maksimal, naik 1 kilo lagi, BMI-ku udah lebih dari yang normal.

Pingin olah raga di sini, tapi semua mesti bayar, belum lagi jarak fasilitas dari rumah yang bikin malas. Aku pernah nyoba ikut aerobik, kesan pertama asik, tapi kemudian karena mesti keluar rumah melawan udara dingin dan berarti mesti naik mobil (keluar duit bensin lagi!), aku jadi seperti gak termotivasi.

Baru-baru ini keinginan untuk olah raga muncul lagi. Sebenarnya bukan tiap harinya aku kurang gerak. Kalo kerja di perpus, kerjaku mondar-mandir, entah nolong pengunjung atau beresin rak buku. Kunci untukku sendiri sebenarnya di malam hari, ketika makan banyak dan gak ada energi yang keluar di malam hari.
Menurutku prinsip menurunkan badan sebenarnya sederhana, kalori yang masuk tubuh=kalori yang dikeluarkan. Pernah nonton di tipi, sebenarnya makhluk hidup dikasih kapasitas untuk makan dan minum secukupnya, tapi kemudian kita inginnya lebih dan lebih. Kalo liat binatang liar atau tanaman, kan jarang ada yang overweight. Kegiatan kayak ngemil sepertinya untuk memenuhi keinginan, bukan karena kebutuhan makanan pokok.

Aku sendiri untungnya bukan pengemil. Yang namanya coklat, kue atau keripik, paling yang ngabisin penghuni rumah yang lain. Musuh utamaku sepertinya karbohidrat seperti nasi.

Baru-baru ini (lagi), aku menemukan cara untuk olah raga tanpa meninggalkan rumah. Lebih murah dan ternyata merubah cara berpikirku. Di Youtube banyak sekali video olah raga. Dari yang bikinan amatir, sampe yang memuat cuplikan dari DVD olah raga. Aku menemukan satu yang cocok untukku (Fat burning workout for dummies) dan di internet ada yang jualan kopiannya dengan harga murah (fitness2go.nl). Sudah sekitar 3 minggu, selama 5 hari seminggu aku ngikutin olahraganya. Programnya enak diikuti. Aku jadi lebih mikir tentang makanan yang masuk ke tubuh, mikir kalori yang masuk ke tubuh dan mesti dibakar. Targetku turun 5 kilo, gak mau ngoyo naruh angka yang terlalu besar, pelan-pelan tapi pasti aja.

Susahnya, sekarang tubuhku mulai beradaptasi dengan latihan ini. Jadinya gak ngos-ngosan lagi, sekedar keringatan.
Aku takutnya lama-lama ini gak ngaruh lagi (gak bakar kalori) karena tubuhku mulai terbiasa. Nyoba alternatif lain kayak Pilates, aku kapok setelah 2 kali mencoba dan berakhir dengan sakit perut *_*. Untungnya sepertinya bakal menemukan alternatif lain yang semoga cocok.

Semoga tercapai targetku, paling gak ini caraku untuk hidup lebih sehat.

You don’t know what it’s like until it hits you…

Ada yang bilang :

Until we have walked in someone else’s shoes, or at least a close fit, we have no idea what they are feeling or experiencing.

Ada hal-hal yang bikin kita gak ngerti kalo liat orang lain ngelakuin hal-hal yang menurut kita aneh dan gak wajar. Bahkan banyak. Yang kita gak tau, apa yang membuat orang itu melakukan hal itu. Selalu ada alasan di balik perbuatan. Orang gak mungkin jadi alkoholik tanpa alasan, stress tiba-tiba tanpa alasan.

Kukira tahun 2010 tahun yang gak bagus untukku, tahun 2011 bakal menjanjikan yang lebih baik untukku.
Baru dua puluh tiga hari berlalu, sudah macam-macam yang terjadi. Macam-macam yang bikin mikir ingin berhenti dari semua ini.

Apalagi kalo bukan soal kerjaan.
Kerja yang baru ternyata bukan hanya berat di fisik, tapi juga jadi beban pikiran. Aku orang yang bertanggung jawab, kalo bikin salah, aku berusaha sebisaku untuk gak ngulang kesalahan itu. Tapi gimana kalo teguran itu terjadi berkali-kali dalam waktu yang singkat? Sampai bikin kamu gak menikmati kerja, dikejar rasa bersalah dan berkali-kali memeriksa kerjaan, just to make sure that you don’t do anything wrong.
Gimana kalo teguran itu bikin kamu gak percaya lagi dengan kemampuanmu, takut membuat kesalahan, sementara di saat yang sama kamu tahu, gak ada yang sempurna di dunia ini, semua orang pasti pernah bikin salah?
Dan yang paling parah, ketika kamu takut kalo karena kesalahanmu yang beruntun, kamu bisa jadi korban kesalahan orang lain?

Itu yang terjadi hari ini, ketika ditegur lagi untuk kesalahan yang bukan perbuatanku.
Aku langsung nelpon bosku, untuk menjelaskan ini. Dia cuma bilang akan nanya ke ybs, tanpa minta maaf untuk kesalahpahaman yang terjadi. Aku jujur bilang kalo aku takut karena kesalahan yang bertubi-tubi ini. Dia bilang aku gak perlu takut, bakal ada rapat yang semoga bisa menghindari kesalahan komunikasi antara kami semua.

Baru malam sebelumnya aku mimpi bosku marah-marah di telpon karena kesalahanku dan aku minta maaf berkali-kali, eh di hari selanjutnya ada email darinya.

Belum lagi ketidakjelasan kerja di perpus, yang tarik ulur gak ngasih kepastian apakah aku masih boleh kerja di situ atau gak.

Belum lagi rasa bersalahku yang menggunung tiap kali pergi kerja dan Adinda nangis memintaku untuk gak pergi.

Then you start wondering, “What am I doing all these for?”
Kerja ternyata cuma bikin stress dan beban pikiran, bikin macam-macam yang bikin hati gak enak.

Aku kerja untuk uang, supaya bisa pulang. Itu aja sih.
Aku sekarang cuma bisa minta tolong ke Tuhan, supaya diberi kekuatan. Supaya gak mulai mikir untuk ngelakuin hal-hal gila yang orang lakukan ketika mereka putus asa dan ingin melupakan sesaat masalah mereka.
Semoga Gegen cepat dapat kerja baru, supaya aku bisa punya waktu lagi untuk anakku, untuk diriku sendiri…

Belakangan ini sering mikirin masa lalu, jaman waktu kerja di Wage, sering bertanya ke diri sendiri, kalo bisa memutar waktu, aku ingin kembali ke masa mana. Inginnya kembali ke masa kecil, ketika masih ada miago, ketika satu-satunya yang perlu dipikirkan adalah pekerjaan sekolah. Andai saja…

Postingan Pertama di 2011

Buset, terakhir kali ngeblog bulan Agustus! 0_0
Banyak yang terjadi tahun 2010 kemaren, seputar drama di perpus D, harapan berubah kerjaan yang gak kesampean, karir Gegen yang terhenti, tapi juga dapat kerjaan baru di Tastyshop.

Gak ada solusi apa-apa di tahun yang baru ini, paling pingin belajar jahit aja dan ngembangin hobi crochet.
Kayaknya enak juga gak bikin resolusi, jadi no expectation.

Ada juga sih harapan di tahun baru ini, semoga kita sehat-sehat, selau rukun dan kompak dengan teman-teman dan bisa mudik lagi!

Enam Tahun

Blogku sayang,
Enam tahun sudah kau setia menungguku di sini
Menunggu ketikan kata-kataku
Untuk mengisi ruangmu

Maafkan aku karena jarang menengokmu
Semoga kau tau
Aku tetap setia padamu
Memikirkanmu…

Second Child Itch

Kemaren ketika jemput Adinda di penitipan, aku ketemu dengan temen sesama senam hamil dulu. Eh udah hamil lagi dia, anaknya beda beberapa bulan lebih muda dengan Adinda.

Kalo liat orang hamil ya pingin, apalagi kalo liat anak temen yang akur dengan kakak/adiknya, seneng banget liatnya. Mana Adinda kayaknya suka bosen kalo sendirian. Tiap ketemu sepupunya, Julia, keliatan seneng banget main bareng.

Terus terang perlu siapin mental lagi buat nambah anak. Aku sering iri liat tetangga yang ortu/mertuanya sering banget ke rumah, ngapain lagi kalo bukan buat ngurusin anak atau bantu-bantu di rumah. Sementara aku? Boro-boro mertua, kakak ipar ada yang tinggalnya dekat rumah, tapi dia sendiri punya anak 3 dan gak bisa seenaknya dimintain bantuan.

Belum lagi soal kerjaanku yang tambah kacau aja keliatannya. Bukan aku yang kacau, organisasi tempat kerjaku yang sekarang ini bikin aku tambah yakin, aku gak mau berakhir kerja di tempat gak jelas kayak gini.

Ruwet bener, nikmatin aja deh anak satu ini, kayaknya kalo kita bakal dikasih lagi, bakal ada pencerahan kapan waktunya.

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.